Penguasaan Diri



"Orang Yang Menguasai Diri sama kekuatannya dengan Pahlawan Yang Mengalahkan Sepuluh Kota"
~ Akhim B. Kupeilang ~

Pemimpin adalah pribadi Superman diantara orang-orang yang mengikutinya.
Pemimpin adalah orang hebat yang bisa mengatasi masalah semua orang yang mengandalkannya.
Pemimpin adalah seorang pahlawan yang dapat membela hak-hak para pengikutnya.
Pemimpin adalah seperti Tuhan, ia hampir sempurna.
Pemimpin adalah segala-galanya.

Kira-kira anggapan-anggapan diatas merupakan pendapat banyak orang terhadap pemimpin.

Pemimpin memang memiliki tanggungjawab untuk menjadi seperti daftar anggapan diatas, namun pemimpin dan para pengikutnya haruslah menyadari bahwa seorang pemimpin adalah manusia yang memiliki kelemahan layaknya manusia biasa. Kesadaran ini menuntut penerimaan terhadap ketidaksempurnaan pemimpin dalam pelaksanaan kepemimpinannya.

Namun demikian 1 kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh setiap pemimpin ialah "Penguasaan Diri".

Penguasaan Diri adalah sebuah sikap yang harus dimiliki setiap manusia, namun hal ini menjadi sangat penting bagi seorang pemimpin, karena Penguasaan Diri akan menolongnya menempatkan diri pada posisi yang benar sebagai seorang pemimpin dalam pelaksanaan kepemimpinannya.
Banyak kesalahan tak perlu yang bisa dihindari jika seorang pemimpin mampu menguasai dirinya.

Pemimpin secara otomatis menjadi seorang yang  populer diantara pengikutnya, jika ia tak sanggup menguasai dirinya, maka ia akan bersikap lebih sebagai artis daripada seorang pemimpin.

Pemimpin secara otomatis adalah orang pintar diantara pengikutnya, jika ia tidak menguasai diri maka ia akan membuat kesalahan-kesalahan yang tak perlu sehingga mungkin pengikutnya kemudian akan mempertanyakan kemampuan kepemimpinannya.

Pemimpin secara otomatis adalah seorang yang di hormati dan dituakan diantara para pengikutnya, jika ia tidak menguasai diri dalam pergaulannya dengan sesama, maka ia akan membuat kesalahan tak perlu yang merendahkan dirinya sebagai seorang terhormat.

Pemimpin adalah seorang penting diantara para pengikutnya, jika ia tidak menguasai diri dalam mengerjakan tugasnya serta membawa diri ditengah-tengah pengikutnya maka ia akan kehilangan integritasnya sebagai pemimpin.

Penguasaan diri adalah sebuah sikap hati yang waspada. Pikiran akan dikonfirmasi setiap saat untuk berjaga-jaga dalam berkata-kata dan bertindak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar